Peringatan Nuzulul Qur’an: Tingkatkan Cinta Kepada Al-Qur’an

0
254

Jatiwaringin (UIA) ~ Universitas Islam As-Syafi’iyah sebagai Kampus Berpadunya Ilmu dan Agama melaksanakan rangkaian peringatan Malam Nuzulul Qur’an, yakni Tausiyah menjelang Adzan Maghrib – Buka Bersama – Sholat Berjamaah – Tadarusan – I’tikaf – Sahur Bersama.

Prof. Dr. H. Dailami Firdaus, SH., L.LM., MBA sebagai Direktur Masjid Al-Barkah Kampus UIA dalam sambutannya mengatakan, sudah menjadi agenda Kampus UIA kegiatan dari rangkaian peringatan Malam Nuzulul Qur’an, tentunya tetap semangat dan menyinari kampus dengan berbagai kegiatan keagamaan.

“Saya berterima kasih kepada semua yang hadir, terutama para pembicara dalam peringatan Nuzulul Qur’an ini, dan saya yakin yang hadir disini adalah orang-orang yang cinta kepada Islam, Masjid dan Kampus UIA. Saya tetap berharap aktifitas seluruh civitas akademika untuk lebih ditingkatkan kegiatan-kegiatan ke-Islaman,” ungkap Prof. Dailami Firdaus.

Hadir dalam rangkaian acara tersebut, Rektor UIA Dr. Masduki Achmad, SH., MM para pembicara (tausiyah); – Prof. Dr. H. Achmad Mubarok, MA – Achmad Buchori, Lc – H. Achmad Murodi, MA. Para pimpinan Fakultas, staff dan karyawan UIA, putra-putri Pesantren Khusus Yatim As-Syafi’iyah, serta beberapa warga sekitar Kampus UIA.

Kisah Rasulullah SAW mendapatkan LAILATUL QADAR. Diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW duduk i’tikaf semalam suntuk pada malam-malam terakhir Bulan Suci Ramadhan. Hal ini sebagaimana sabda Beliau:

التمسوها فى عشر الأواخر

Upayakan untuk mendapatkan LAILATUL QODAR pada 10 malam yang terakhir, terutama pada malam-malam ganjil (21,23,25,27 dan 29).

Para sahabat pun tak sedikit yang mengikuti apa yg dilakukan Nabi صلى الله عليه وآله وسلم ini.
Beliau berdiri shalat, mereka juga shalat, beliau menengadahkan tangannya utk berdo’a dan para sahabatpun juga serempak mengamininya. Saat itu langit mendung tak berbintang. Angin pun meniup tubuh2 yg memenuhi masjid.

Dalam riwayat tersebut malam itu adalah malam ke-27 dari Bulan Ramadhan. Disaat Rosululloh dan para sahabat sujud, tiba-tiba hujan turun cukup deras. Masjid yg tdk beratap itu menjadi tergenang air hujan. Salah seorang sahabat ada yang ingin membatalkan shalatnya, ia bermaksud ingin berteduh dan lari dari shaf, namun niat itu digagalkan karena dia melihat Rosululloh dan sahabat lainnya tetap sujud dengan khusuk tidak bergerak.

Air hujan pun semakin menggenangi masjid dan membasahi seluruh tubuh Rosululloh dan para sahabatnya yg berada di dlm masjid tersebut, akan tetapi Rosululloh dan para sahabat tetap sujud dan tdk beranjak sedikitpun dari tempatnya. Beliau basah kuyup dalam sujud. Namun sama sekali tidak bergerak, seolah-olah beliau sedang asyik masuk kedalam suatu alam yang bisa melupakan segala-galanya.

Beliau sedang masuk kedalam suatu alam keindahan Robbani. Beliau sedang diliputi oleh cahaya Ilahi. Beliau takut keindahan yang beliau saksikan ini akan hilang jika beliau bergerak dari sujudnya. Beliau takut cahaya itu akan hilang jika beliau mengangkat kapalanya. Beliau terpaku lama sekali di dalam sujudnya.

Beberapa sahabat ada yang tidak kuat menggigil kedinginan. Ketika Rasulullah SAW mengangkat kepala dan mengakhiri shalatnya, hujan pun berhenti seketika. Anas bin Malik, sahabat Rosululloh صلى الله عليه وآله وسلم bangun dari tempat duduknya dan berlari ingin mengambil pakaian kering utk Rosululloh.
Namun beliau pun mencegahnya dan berkata “Wahai anas bin Malik, janganlah engkau mengambilkan sesuatu utk-ku, biarkanlah kita sama2 basah, nanti juga pakaian kita akan kering dg sendirinya. Anas pun duduk kembali dan mendengarkan dg seksama cerita Rosululloh صلى الله عليه وآله وسلم mengapa beliau begitu lama bersujud.
ما شاء الله تبارك الله Ternyata ketika tadi Rosululloh sujud, dan disaat hujan mulai turun, disaat itu pula Malaikat dibawah pimpinan jibril turun dalam keindahan dan bentuk aslinya. Mereka berbaris rapi dengan suara gemuruh tasbih dan tahmid mereka bergema dilangit dan dibumi serta alam semesta saat itu dipenuhi dengan cahaya ilahi.
Inilah yg membuat Rosululloh terpaku menyaksikan keindahan dan cahaya yang sama sekali tak pernah dilihat oleh mata. Gema tasbih dan tahmid Malaikat yg tak pernah didengar oleh telinga dan suasana yg tak pernah bisa dibayangkan oleh pikiran manusia. Itulah LAILATUL QODAR. Tahukah kalian, apakah Lailatul Qadar…? LAILATUL QADAR yg sesaat itu lebih baik dari pada seribu bulan.
Di malam itu, para Malaikat dibawah pimpinan Jibril turun atas izin Allah تعالى, mereka menebarkan kedamaian, keselamatan, kesejahteraan dan mengatur segala urusan, mereka menyampaikan salam sampai terbitnya fajar keseluruh semesta alam.
صلى عليك يارسول الله
صلى عليك ياحبيب الله
صلى عليك يانور الله
Sekarang Kita sdh memasuki fase ke-3 (العشر الاواخر) dari Bulan Ramadhan, dan dipuncaknya kita mendapatkan pembebasan dari api Neraka. Pada malam-malam terakhir, para Malaikat turun dari langit secara bergantian untuk menaburkan kasih sayang Allah تعالى kepada para hamba-Nya dan menyampaikan salam kpd kaum beriman hingga terbitnya fajar, itulah yg dinamakan LAILATUL QADAR, malam yang lebih afdhal daripada seribu malam.

تنزل الملائكة والروح فيها بإذن ربهم من كل أمر سلام هي حتى مطلع الفجر

LAILATUL QADAR adalah malam kebesaran Allah SWT, malam keagungan-Nya, malam pengampunan-Nya, malam bertabur keberkahan-Nya, malam yg dimiliki-Nya untuk memberi maaf kepada para pembuat dosa dan menebarkan kasih sayang kepada para hamba-Nya.

سبوح قدوس ربنا ورب الملائكة والروح
Dilangit ada kerajaan sangat besar yg mengatur dan mencatat segala amal manusia dimuka bumi ini.
Ketika para Malaikat melihat kitab catatan amal manusia, mereka iri dengan amal yang hanya khusus dilakukan penduduk bumi dimalam LAILATUL QODAR. Malaikat pun tak ada yang dapat menirunya. Salah satu di antaranya adalah rintihan taubat para pembuat dosa yang kemudian diampuni segala dosanya.

Allah SWT berfirman dlm sebuah qudsi: “Aku lebih suka mendengarkan rintihan para pembuat dosa ketimbang gemuruh suara tasbih. Karena gemuruh suara tasbih hanya menyentuh kebesaran-Ku. Sedangkan rintihan para pembuat dosa menyentuh kasih sayang-Ku.”

Prof. Dr. H. Dailami Firdaus, SH., L.LM., MBA
Dr. Masduki Achmad, SH., MM
Prof. Dr. Achmad Mubarok, MA
Achmad Buchori, Lc.
H. Achmad Murodi, MA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here