MMA Periode 31 Bersama Sekjen MUI Dr. H. Anwar Abbas

0
134

Jatiwaringin (UIA) ~ Majelis Mudzakarah As-Syafi’iyah (MMA) memasuki periode ke-31, Senin 30 Juli 2018 di Aula Utama Kampus UIA, sebagai nara sumber Sekjen MUI, Dr. H. Anwar Abbas, M.M, M.Ag dengan thema “Dinamika Pergerakan IsLam Indonesia Kontemporer”.

Hadir seluruh mahasiswa dan civitas akademika UIA, Ketua Yayasan Perguruan Tinggi As-Syafi’iyah (YAPTA) Prof. Dr. H. Dailami Firdaus, SH., L.LM., MBA membuka langsung MMA ke-31 dengan mengungkapkan, bahwa banyak hal-hal yang di diskusikan dalam situasi yang hangat seperti ini. “Tentunya ini sangat bermanfaat bagi teman-teman mahasiswa UIA,” tambahnya.

Dr. H. Anwar Abbas mengungkapkan bahwa aparat keamanan di Indonesia untuk penanganan terkait masalah tindakan kriminal, terorisme, dan radikalisme tidak mengaitkan dengan Islam, meski pelakunya beragama Islam. Hal ini dianggap sesuatu yang tidak sulit dilakukan sebagaimana pihak polri dan media tak mengaitkan aksi serupa dengan agama kristen, Hindu atau agama lainnya.

“Manajemen pengelolaan kasus seperti ini penting untuk dipikirkan dan dilakukan agar masalah yang ada tidak meluas dan tidak merebak ke mana-mana serta tidak akan menyakiti hati dari para pemeluk agama yang sama dengan agama para pelaku,” ujar Anwar Abbas yang lahir di Sumatera Barat 15 Februari 1955.

Dia menuturkan, kendati para pelaku terorisme dan radikalisme kerap menggunakan nama Islam dalam gerakan yang dianggap meresahkan tersebut, Anwar berharap aparat kepolisian tidak terpancing dengan menyebut gerakan yang mereka tonjolkan dengan Islam. Cukup fokus terhadap kasus dan tindakan yang dilakukan mereka, sehingga masalah terlokalisir terhadap para pelakunya.

“Padahal kita yang hidup di negeri yang kita cintai ini ingin hidup tenang, dengan penuh rasa aman, tentram dan damai tanpa ada rasa curiga dan syak wasangka terhadap lainnya terutama kepada pihak pemerintah dan para penegak hukum agar kita bisa bekerja dengan tenang sehingga produktivitas kita sebagai bangsa bisa  meningkat dan kemajuan bangsa ini bisa kita akselerasi,” tambah Sekjen MUI yang meraih gelar Doktor Syariah dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tahun 2008 itu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here