Marhaban ya Ramadhan 1438 H; Mari Sucikan Hati

0
510

Tarhib Ramadhan 1438 - aJatiwaringin (UIA) ~ Universitas Islam As-Syafi’iyah dengan Masjid Al-Barkah melaksanakan Tarhib Ramadhan di lingkungan civitas akademika UIA dan Pendidikan As-Syafi’iyah, serta Yayasan Perguruan Tinggi As-Syafi’iyah.

Kegiatan Tarhib Ramadhan tahun 2017 itu dilaksanakan di Masjid Al-Barkah Kampus UIA, disamping dihadiri seluruh civitas akademika UIA, juga para siswa-siswi Pesantren Khusus Yatim As-Syafi’iyah dan berbagai Lembaga di lingkungan Kampus UIA, pada hari Rabu, 24 Mei 2017.

Rektor UIA, Dr. Masduki Ahmad, SH., MM memberikan sambutan dalam peringatan Tarhib Ramadhan, bahwa tahun 2017 ini diperkirakan ujian dalam menunaikan ibadah Puasa cukup berat, karena tidak hanya dari cuaca yang dihadapi yakni memasuki tahun panas, juga berbagai kejadian yang mengakibatkan momok menakutkan bagi kita semua.

“Kita harus terus memohon kepada Allah Subhana wata’ala agar dalam menjalani kehidupan dan menghadapi bulan Suci Ramadhan 1438 hijriah ini dimudahkan, untuk itulah kita mari dengarkan kedua penceramah kita di acara Tarhib ini, yang akan disampaikan oleh Direktur Masjid Al-Barkah dan Syeikh Ma’had Mahasiswa UIA,” ujar Masduki Ahmad.

Prof. Dr. H. Dailami Firdaus, SH., L.LM., MBA sebagai penceramah pertama memaparkan tentang berbagai keutamaan Bulan Ramadhan, sebagai bulan yang penuh kebahagiaan bagi ummat muslim dengan menyambutnya penuh suka cita. “Pada 10 hari pertama di Bulan Ramadan adalah Rahmat, banyak sekali rahmat yang diturunkan Allah kepada kita. Oleh krena itu sebaiknya di 10 hari pertama ini, kita banyak berdoa dan beribadah kepada Allah agar setiap hari kita berada di dalam rahmatNya,” kata Direktur Masjid Al-Barkah itu.

Selanjutnya Prof. Dailami Firdaus menyatakan bahwa di 10 hari kedua disebutkan sebagai Maghfiroh, pada 10 hari kedua banyak sekali dosa yang diampunkan bila kita bertaubat. Pada 10 hari kedua hendaklah kita memperbanyak sholat malam, berdoa dan dzikir, serta banyak-banyak bermuhasabah diri/bertaubat nasuhah. “Karena pada sepuluh hari kedua ini adalah kesempatan kita untuk mengurangi dosa-dosa yang sudah kita perbuat. Dan hendaknya kita berdoa dan dzikir untuk memohon ampunan Allah agar di ampuni dari dosa-dosa dan di jauhkan dari siksa api neraka,” paparnya.

Untuk 10 hari di bulan Ramadhan yang terakhir, menurut Prof. Dailami Firdaus, adalah penghindaran diri dari siksa api neraka. Dan inilah kesempatan kita untuk menyucikan diri kita dan banyak-banyak berdoa agar kita senantiasa dihindarkan dari api neraka. Pada 10 hari terakhir ini terdapat pula malam lailatul Qadr, yaitu malam yang lebih mulia dari seribu bulan (QS. Al-Qadr).

“Oleh karena itu, hendaknya di 10 hari terakhir, kita benar-benar berjuang untuk mendapatkan lailatul Qadr. Insya Allah mudah-mudahan bisa. Next.. Caranya? Banyak. Yaitu dengan memperbanyak dan memperintens ibadah kita, salah satu caranya adalah dengan itikaf di Masjid,” tambahnya.

Sementara Ustadz Dr. H. Ahmad Murodi, MA sebagai penceramah kedua menguatkan apa yang disampaikan Prof. Dr. H. Dailami Firdaus, disebutkan pula, bahwa di bulan Ramadhan kita dapat benyak-banyak mendapatkan pahala yang luar biasa. “Setiap kebaikan, kebajikan yang kita perbuat di bulan Ramadhan pahalanya berlimpah, karena kita semakin tawadhu serta tartil dalam membaca Al-Qur’an,” papar H. A. Murodi.

Di akhir acara, diberikan sebuah hadiah kenang-kenangan kepada para yang hadir melalui dengan apa yang disimak dari dua penceramah, yakni melalui tanya jawab. Demikian agenda dari rangkaian Gebyar Semarak Ramadhan 1438 H di Kampus UIA. Sebagai do’a penutup disampaikan oleh Ustadz H. Abdul Hadi, Lc, MA.

Tarhib Ramadhan 1438 - b

Tarhib Ramadhan 1438 - d

Tarhib Ramadhan 1438 - c

Tarhib Ramadhan 1438 - e

Tarhib Ramadhan 1438 - f

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here