Majelis Permusyawaratan Mahasiswa Dilantik

0
817

MPM 2-9-2016 aJatiwaringin (UIA) ~ Mahasiswa merupakan ujung tombak dalam kemajuan sebuah perguruan tinggi. Suatu institusi dikatakan hebat (great) apabila memiliki mahasiswa yang berdaya saing dan berkualitas.

Demikian dikemukakan Rektor Universitas Islam As-Syafi’iyah (UIA), Dr. Masduki Ahmad, SH., MM pada Pelantikan Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) UIA di Gedung KH. Abdullah Syafi’ie lantai 2 (Gedung Rektoriat) Kampus UIA, Jum’at 2 September 2016.

Sementara Wakil Rektor 3 UIA, Hj. Syifa Fauzia, M.Art berpesan kepada seluruh pengurus MPM-UIA yang telah dilantik, agar menjadi garda terdepan dalam segala hal apapun dengan koridor-koridor sebagai pelaku Mahasiswa yang dinamis, perlihatkan bahwa UIA yang berorientasi terpadunya Ilmu dan Agama.

“Diharapkan lembaga kemahasiswaan menjadi sarana yang baik untuk dapat meningkatkan kualitas kemampuan softskill mahasiswa, karena tokoh-tokoh besar yang berkiprah pada zaman sekarang ini adalah orang-orang yang aktif dalam dunia organisasi di kampus,” paparnya.

Sedang Rektor UIA menambahkan dalam sambutannya, kualitas mahasiswa tidak hanya diukur melalui kemampuan intelegensia-nya saja (hard skill), melainkan kualitas leadership, kemampuan berorganisasi, kecerdasan emosional, manajemen konflik, manajemen isu menjadi indikator utama lainnya yang dapat membentuk karakter mahasiswa semakin berkualitas.

“Corak perjuangan UIA adalah perpaduan Ilmu dan Agama, sehingga nilai corak ini diharapkan dapat tertanam dan diaktualisasikan dalam lembaga kemahasiswaan demi terwujudnya karakter mahasiswa yang ulil albab,” ujar Masduki Ahmad.

Dengan dibentuknya kembali MPM UIA, Rektor UIA mengharapkan dapat memvitalkan kembali peran lembaga kemahasiswaan dalam rangka memajukan universitas, bangsa dan negara. Kampus merupakan miniatur kehidupan berbangsa dan bernegara. Lembaga Kemahasiswaan di kampus, menjadi suatu miniatur kecil sebuah pemerintahan negara. Karena yang akan mengurusi dan masuk menjadi penerus dalam pemerintahan ke depan, adalah orang-orang yang sebelumnya telah berkiprah di dalam pemerintahan kampus (Mahasiswa).

“Dengan demikian, apabila kita ingin melihat roda dan dinamika pemerintahan suatu negara (Indonesia), lihatlah sistem pemerintahan mahasiswa di kampus. Apabila ingin merubah pemerintahan suatu negara, ubahlah dan perbaikilah sistem pemerintahan lembaga mahasiswa di kampus,” tambah Masduki Ahmad.

MPM 2-9-2016 c

MPM 2-9-2016 b

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here