Kuliah Perdana dan Pelantikan Mahasiswa Baru Tahun 2018

0
145

Jatiwaringin (UIA) ~ Prof. Dr. H. Dailami Firdaus, SH., L.LM., MBA sebagai Ketua Yayasan Perguruan Tinggi As-Syafi’iyah (YAPTA) memberikan sambutan dengan memberikan semangat kepada para Mahasiswa Baru Universitas Islam As-Syafi’iyah (UIA).

Sambutan Ketua YAPTA itu pada pelaksanaan Pelantikan Mahasiswa Baru dan Kuliah Perdana UIA Tahun Akademik 2018/2019, dengan dihadiri Dr. H. Adhyaksa Dault, S.H., M.Si. yang memberikan Orasi Ilmiah pada kuliah perdana, Dr. H. Fadli Zon, S.S., M.Sc. Wakil Ketua DPR-RI 2014-2019, dan seluruh Pimpinan Rektoriat serta Civitas Akademika UIA.

Dr. H. Dailami Firdaus saat membuka sambutan dengan diselingi pantun, “Sungguh Semangat Tim Penmaru… Memberi Kebanggaan bagi UIA… Selamat Datang para Mahasiswa Baru… Di Kampus Memadukan Ilmu dan Agama…!” yang disambut applaus para Mahasiswa Baru UIA yang telah dilantik.

Memasuki era baru, demikian sambutan Ketua YAPTA, di mana teknologi menunjukkan penetrasi yang semakin kuat. Teknologi seperti dikatakan Peter Kroes, begitu kuat dan perkasa, sehingga tidak ada ruang dalam kehidupan kita yang tidak memasuki oleh jaringan teknologi.

“Bahkan kini, kita telah berada di era Revolusi Industri 4.0 yang menurut Klaus Schwab, sungguh berbeda dari era sebelumnya. Revolusi Industri 1.0 ditandai oleh tumbuhnya mekanisme dan energi berbasi uap dan air. Revolusi Industri 2.0 ditandai oleh berkembangnya energi listri dan produksi masal. Revolusi Industri 3.0 ditandai oleh tumbuhnya industri berbasis elektronika, teknologi informasi dan otomatisasi. Sedang Revolusi Industri 4.0 berkembangnya internet yang di ikuti teknologi baru dalam data sains,” papar Dr. Dailami Firdaus.

Kemajuan teknologi semacam ini dan dampaknya bagi kehidupan manusia, menurut Dr. H. Dailami Firdaus yang juga sebagai Senator DPD-RI dari DKI Jakarta, tentu harus direspon dan dikelola secara baik oleh kalangan Perguruan Tinggi, tidak terkecuali oleh UIA. “Agar perguruan tinggi ini dapat eksis dan survive di abad baru era digital, serta mampu menyumbangkan kontribusi dan darmabakti-nya untuk kemajuan umat dan bangsa,” ujarnya.

Ada 4 (empat) faktor utama yang dapat menjadikan UIA sebagai Kampus Berpadunya Ilmu dan Agama serta unggul dalam persaingan dengan yang cukup ketat, ke-4 faktor itu yakni;

Pertama, memperkuat integrasi ilmu dan agama sebagai salah satu orientasi yang menjadi ciri khas UIA, baik dalam konsep maupun implementasinya dalam pembelajaran.

Kedua, menciptakan atmosfir akademik dan keislaman yang kondusif bagi kemajuan UIA, serta membangun budaya akademik dan tradisi intelektual yang kuta, baik pada tataran hikmah ‘nazhariyyah (theoritcal philosophy) maupun hikmah ‘amaliyyah (practical philosophy).

Ketiga, mempercepat akselerasi kemajuan UIA melalui gagasan “UIA change good to great.”

Keempat, memperluas jaringan dan kerjasama kemitraan secara nasional, regional dan global. (Australia, Korea, China, Thailand, Timteng, Amerika Serikat) dan berbagai negara lainnya.

“Keempat faktor itu tentunya dari capaian tujuan al-maghfur laha, Prof Dr. Hj. Tutty Alawiyah AS, MA yang telah meletakkan dasar-dasar pengembangan UIA agar menjadi Universitas Islam yang unggul,” tambah Dr. H. Dailami Firdaus.

Dr. H. Dailami Firdaus, SH., L.LM saat sambutan Kuliah Perdana

Hayat Zainuni, SH menyampaikan laporan penerimaan Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2018/2019
Wakil Ketua DPR-RI, Fadli Zon saat sambutan
Dr. H. Dailami Firdaus, SH., L.LM memberikan cendera mata kepada Fadli Zon, Wakil Ketua DPR-RI
Adhyaksa Dault saat memberikan Orasi Ilmiah Kuliah Perdana
Ketua Dewan Pembina YAPTA, H.H. Reza Hafiz memberikan cendera mata kepada Adhyaksa Dault
Pelantikan Mahasiswa Baru dengan memakai baju Almamater
Sumpah Mahasiswa Baru
Paduan Suara Kampus As-Syafi’iyah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here