Isra’ Mi’raj 2018: Setetes Hikmah Sebuah Perjalanan yang Agung

0
1084

Jatiwaringin (UIA) ~ Universitas Islam As-Syafi’iyah (UIA) melaksanakan Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW di Masjid Al-Barkah Kampus, Rabu 18 April 2018.

Dihadiri Dewan Pembina Yayasan Perguruan Tinggi As-Syafi’iyah (YAPTA) H.M. Reza Hafiz, SE, Direktur Masjid Al-Barkah Kampus UIA yang juga Ketua YAPTA, Prof. Dr. H. Dailami Firdaus, SH., L.LM., MBA, para pimpinan Universitas dan seluruh civitas akademika UIA, serta para santriwan-santriwati Pesantren As-Syafi’iyah. Peringatan Isra’ Mi’raj kali ini mengambil thema: “Meningkatkan Kualitas Moral dan Penguatan IPTEK Menuju Generasi Terbaik Umat.”

Rektor UIA, Dr. Masduki Ahmad, SH., MM dalam sambutannya mengajak seluruh hadirin untuk menyimak dan mencatat apa yang disampaikan para penceramah pada Peringatan Isra’ Mi’raj. “Karena ini merupakan pelajaran yang sangat penting dan tentunya berharap kepada semua para mahasiswa UIA serta para santriwan untuk mendengarkan dengan seksama,” kata Rektor UIA.

Prof. Dailami Firdaus sebagai pengisi tausiyah yang pertama dalam peringatan Isra’ Mi’raj UIA 2018 dengan judul “Setetes Hikmah Sebuah Perjalanan yang Agung”. Dailami Firdaus memaparkan, seringkali di kalangan masyarakat kita, dalam mendefinisikan isra dan mi’raj, mereka menggabungkan Isra Mi’raj menjadi satu peristiwa yang sama. Padahal sebenarnya Isra dan Mi’raj merupakan dua peristiwa yang berbeda.

Isra Mi’raj adalah dua bagian dari perjalanan yang dilakukan oleh Muhammad dalam waktu satu malam saja. Kejadian ini merupakan salah satu peristiwa penting bagi umat Islam, karena pada peristiwa ini Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam mendapat perintah untuk menunaikan shalat lima waktu sehari semalam.

Isra’ dan Mi’raj merupakan dua cerita perjalanan yang berbeda. Isra’ merupakan kisah perjalanan Nabi Muhammad dari Masjidil Haram di Mekkah ke Masjidil Aqsa di Yerussalem. Sedangkan Mi’raj merupakan kisah perjalanan Nabi dari bumi naik ke langit ketujuh dan dilanjutkan ke Sidratul Muntaha (akhir penggapaian) untuk menerimah perintah di hadirat Allah SWT.

“Namun karena dua peristiwa ini terjadi pada waktu yang bersamaan maka disebutlah peristiwa Isra’ Mi’raj. Selama perjalanan Nabi ditemani Malaikat Jibril dengan menunggangi Buraq. Peristiwa Isra’ Mi’raj terjadi dalam waktu singkat, yaitu hanya dalam satu malam,” ujar H. Dailami Firdaus yang juga menjabat Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD-RI), Senator dari DKI Jakarta.

Lebih lanjut putra kedua Prof. Dr. Hj. Tutty Alawiyah itu mengungkapkan, bahwa Isra Mi’raj terjadi pada periode akhir kenabian di Makkah sebelum Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam hijrah ke Madinah. Menurut al-Maududi dan mayoritas ulama, Isra Mi’raj terjadi pada tahun pertama sebelum hijrah, yaitu antara tahun 620-621 M. Menurut al-Allamah al-Manshurfuri, Isra Mi’raj terjadi pada malam 27 Rajab tahun ke-10 kenabian, dan inilah yang populer.

“Peristiwa Isra Mi’raj terbagi dalam 2 peristiwa yang berbeda. Dalam Isra, Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam ‘diberangkatkan’ oleh Allah SWT dari Masjidil Haram hingga Masjidil Aqsa. Lalu dalam Mi’raj Nabi Muhammad SAW dinaikkan ke langit sampai ke Sidratul Muntaha yang merupakan tempat tertinggi. Di sini Beliau mendapat perintah langsung dari Allah SWT untuk menunaikan salat lima waktu,” papar Dailami Firdaus.

Ditambahkannya lagi, bagi umat Islam, peristiwa tersebut merupakan peristiwa yang berharga, karena ketika inilah salat lima waktu diwajibkan, dan tidak ada Nabi lain yang mendapat perjalanan sampai ke Sidratul Muntaha seperti ini. Walaupun begitu, peristiwa ini juga dikatakan memuat berbagai macam hal yang membuat Rasullullah SAW sedih.

Sementara Dr. H. A. Ilyas Ismail, MA sebagai pengisi tausiyah yang kedua memaparkan tentang 3 hal dari kejadian terbesar Isra’ Mi’raj tersebut, yakni Harapan, Pilihan dan Perjuangan. “Kita bisa memetik dari peringatan hari Isra’ Mi’raj itu, yakni sebuah semangat yang bisa mewujudkan keinginan dan kemauan. Rasulullah dalam perjalanan tersebut begitu semangat baik pergi dan pulang, jadi kita pun sebagai umatnya harus semangat dalam segala hal,” tambah Dekan Fakultas Agama Islam UIA itu.

Di akhir acara, Panitia Peringatan Isra’ Mi’raj UIA 2018 memberikan kebahagiaan dengan mengadakan quiz seputar peringatan Isra’ Mi’raj yang disampaikan ke-2 penceramah, sebanyak 10 pertanyaan dengan diberikan hadiah secara langsung.

Prof. Dr. H. Dailami Firdaus, SH., L.LM., MBA
Dr. Masduki Ahmad, MH., MM
Dr. H. A. Ilyas Ismail, MA
H. A. Buchori, Lc. saat memberikan pertanyaan Quiz dan sekaligus menutup acara dengan do’a.
Jamaah Peringatan Isra’ Mi’raj di Masjid Al-Barkah Kampus UIA.

LEAVE A REPLY