Idul Adha 1439 Hijriah: Aktualisasi Semangat Berkurban dalam Kehidupan

0
239

Masjid Al-Barkah (UIA) ~ Islam memerintahkan agar setiap muslim membina sebuah masyarakat yang harmonis yang didasari atas pengabdian kepada Allah. Masyarakat tersebut dibangun di atas prinsip tolong menolong dalam kebaikan dan ketakwaan, dan tidak saling mendukung dalam perbuatan dosa dan permusuhan diantara mereka.

Demikian khutbah Sholat Idul Adha 1439 Hijriah yang dilaksanakan di Masjid Al-Barkah Kampus Universitas Islam As-Syafi’iyah (UIA) disampaikan oleh K.H. Ahmad Murodi Saiman, MA yang juga Dosen UIA dan UNJ pada Hari Raya Idul Adha, Rabu 22 Agustus 2018 M / 10 Dzulhijjah 1439 H. Peringatan Idul Adha 1439 H itu dihadiri Ketua Yayasan Perguruan Tinggi As-Syafi’iyah (YAPTA), Prof. Dr. H. Dailami Firdaus, SH., L.LM., MBA.

“Dalam merealisasikan masyarakat utama (ideal) tersebut, semua pihak yang ada di dalamnya harus bisa merasakan kebersamaan dan persaudaraan yang tulus. Hal yang dapat menyambungkan sikap tenggang rasa dan saling mencintai antara mereka yang lapang rezkinya dengan yang sempit, salah satunya adalah dengan berqurban.Sayyidina Ali RA menceritakan bahwa beliau diperintahkan Rasulullah SAW untuk membagikan hewan qurbannya dan dilarang mengambil upah darinya,” papar K.H. Ahmad Murodi.

Ibadah qurban dalam Islam jangan hanya dipahami sebagai ibadah dalam konteks ritualitasnya semata, sehingga kita hanya melhatnya dari sisi ubudiyahnya saja, padahal ibadah qurban ini juga memberikan banyak pelajaran yang bermanfaat lainnya, untuk kita aktualisasikan dalam kehidupan kita sehari-hari. Hal-hal tersebut, antara lain:

  1. Mensyukuri tersedianya sumber makanan dan minuman bagi kelangsungan kehidupan kita.
  2. Memelihara kebersamaan dalam mewujudkan sebuah kehidupan bermasyarakat yang harmonis.
  3. Menumbuhkan semangat berqurban dalam mewujudkan “Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafur” atau masyarakat yang sejahtera.
  4. Ikut serta dalam melestarikan tradisi kebaikan dan kemaslahatan umat manusia.

Ibadah qurban ini mendidik setiap muslim untuk memelihara kewajiban dan tanggung jawab dalam melestarikan tradisi yang baik dan bermanfaat. Allah berfirman:

وَافْعَلُوا الْخَيْرَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

“…dan berbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan”. (QS. Al-Hajj: 77)

Kebaikan yang telah dicontohkan oleh Nabi Ibrahim dan putranya Ismail adalah kebaikan yang harus terus dilestarikan.Kita berkewajiban melestarikan sikap taat dan tulus seorang Ibrahim AS dalam melaksanakan perintah Allah.Dan kita juga berkewajiban melestarikan sikap sabar dan pasrah Ismail AS dalam melaksanakan perintah Allah kepadanya, tambah KH. Ahmad Murodi.

Seusai sholat Idul Adha berjamaah, kemudian dilanjutkan dengan pemotongan hewan kurban yang telah diserahkan ke Panitia Pelaksana Masjid Al-Barkah Kampus UIA.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here