FAI – Seminar Pendidikan Bersama Rahmi Dahnan

0
740

seminar-pendidikan-fai-1Jatiwaringin (UIA) ~ Kemajuan teknologi memang sangat diperlukan untuk menjangkau masa depan, namun harus dapat memilah baik – buruknya, karena bisa berdampak pula kepada anak negeri penerus bangsa yang kerasukan sehingga menimbulkan kerusakan jaringan pikiran.

Ditambah lagi, betapa sering kita membandingkan anak-anak masa kini dan anak-anak masa lalu. Kita beranggapan anak-anak sekarang lebih susah diatur daripada anak-anak dulu—termasuk kita sebagai produk masa lalu. Tak heran bila sebagian kita berpendapat lebih sulit menjadi orangtua masa kini daripada di masa lalu.

Demikian pemaparan Nara Sumber, Rahmi Dahnan, S.Psi., M.Pd, P.Si dalam Seminar Pendidikan berthema ‘Dampak Pornografi Terhadap Kerusakan Otak Anak’ yang dilaksanakan Fakultas Agama Islam Universitas Islam As-Syafi’iyah (FAI-UIA) di gedung Alawiyah lantai 8 Kampus UIA, Sabtu 15 Oktober 2016 M / 14 Muharam 1438 H.

Dalam Seminar Pendidikan itu dihadiri seluruh civitas akademika UIA, para pimpinan Program Studi (Prodi) di FAI-UIA, terlihat para peserta seminar begitu antusias mengikuti jalannya tentang bagaimana mengatasi kemajuan teknologi yang bisa juag berdampak negatif terhadap anak-anak usia dini, terutama melalui Media Sosial (Medsos) yang makin marak.

Dr. H.A. Ilyas Ismail, MA selaku Dekan FAI-UIA sebagai Keynote Speaker memaparkan, bahwa memang selayaknyalah orangtua ikut serta memperhatikan perkembangan putra-putrinya yang masih dibawah umur. “Banyak hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi hal tersebut, tidak hanya melalui pendidikan, tetapi juga harus memberikan masukan-masukan tentang yang baik dan yang buruk,” ujar Ilyas Ismail.

Sementara Rektor UIA, Dr. Masduki Ahmad, SH., MM mengungkapkan, diawali dengan mengutip ayat Al-Quran sebagai firman Allah Swt yang diturunkan melalui Rasulullah Muhammad Saw (Q.S. An-Nur: 30-31) agar menjadi pedoman hidup bagi seluruh umat, menyadarkan kita semua akan peringatan untuk kembali ke jalan yang lurus. Petunjuk untuk ber-Islam yang tidak diragukan lagi kebenarannya sebagai Karunia Sang Pencipta perlahan menjauh ditinggalkan oleh hamba-Nya.

“Penciptaan manusia dengan suatu kemulian sebagai khalifatullah di bumi tentunya bukan tanpa alasan. Secara sederhananya menghindarkan bumi dari kerusakan dan memanfaatkannya dengan baik untuk kemaslahatan bersama menjadi bagian dari tugas tersebut. Kesemuanya mengarah pada hakikat manusia itu sendiri yang diciptakan hanya untuk beribadah kepada Allah Swt, yang dalam arti yang luas mencakup kaitannya dengan habblumminallah dan habblumminannaas,” papar Masduki Ahmad.

Di sisi lain dari penciptaan manusia, demikian Rektor UIA, dalam proses mengenalkan Sang Pencipta kepada hamba-Nya, Allah Swt membekali manusia dengan akal yang berpotensi untuk mencari kebenaran wahyu dan hati yang berpotensi untuk mengenal-Nya secara spiritual (ma’rifah). Dalam dimesnsi lainnya, terdapat elemen kejiwaan seorang manusia yang saling memberikan pengaruh dengan kedua unsur (akal dan hati) tersebut.

“Jiwa dalam bahasa Arab diartikan dengan Nafs. jiwa adalah bagian yang bukan jasmaniah (substansi imaterial), namun saat ini terjadi pergeseran makna di mana jiwa juga mencakup fisiknya. Menurut al-Ghazali, jiwa adalah identitas esensial yang tetap yang merupakan subjek yang mengetahui, berdiri sendiri (tidak bertempat), dan bersifat tetap. Ini menunjukkan inti dari manusia bukanlah fisiknya atau fungsi fisiknya, melainkan substansi imaterialnya,” tambahnya.

 

seminar-pendidikan-fai-2
Dr. H.A. Ilyas Ismail, MA selaku Dekan FAI-UIA sebagai Keynote Speaker.
seminar-pendidikan-fai-3
Rektor UIA, Dr. Masduki Ahmad, SH., MM
seminar-pendidikan-fai-4
(Kiri) Rahmi Dahnan sebagai Nara Sumber dan (kanan) Neneng Munajah selaku Wakil Dekan FAI-UIA sebagai Moderator.

seminar-pendidikan-fai-5

seminar-pendidikan-fai-6

seminar-pendidikan-fai-7

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here