FAI Gelar Studium Generale : Edukasi Wajib Zakat

0
384

Edukasi Wajib Pajak 1Jatiwaringin (UIA) ~ Mahasiswa Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Islam As-Syafi’iyah (UIA) melaksanakan Studium Generale bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) di Gedung KH. Abdullah Syafi’ie (Kantor Rektoriat) lantai 2 Kampus UIA, Senin 10 April 2017.

Disebutkan dalam pendahuluan acara tersebut, bahwa ajaran Islam menjadikan zakat sebagai ibadah maliah ijtima’iyah yang mempunyai sasaran sosial untuk membangun satu sistem ekonomi yang mempunyai tujuan kesejahteraan dunia dan akhirat. Besaran zakat telah ditentukan dalam dalil Naqli dan dalil Aqli.

Adapun sebagai Nara Sumber atau Pembicara dalam Studium Generale yang dilaksanakan FAI-UIA dan BAZNAS itu, yakni KH. Dr. Muhammad Aiz, M.H. dan Mahfuz Nur, S.Sos.I., M.Si dengan dihadiri dosen dan mahasiswa serta berbagai lembaga-lembaga kemahasiswaan di lingkungan Fakultas Agama Islam.

Harta benda menurut Islam mempunyai fungsi sosial, di samping untuk kepentingan pribadi. Apabila seseorang telah berhasil memperoleh harta benda dengan cara yang baik dan halal, maka dia mempunyai kewajiban untuk membelanjakan sebagian dari harta bendaanya untuk kepentingan diri dan keluarganya, dan sebagian lagi untuk kepentingan umum, baik berupa zakat, sedekah atau sumbangan suka rela untuk kemaslahatan umat.

Sedangkan tentang zakat beasiswa, ada dua pendapat ulama. Pertama, ada ulama yang menjelaskan bahwa beasiswa tidak termasuk dalam obyek zakat dan tidak wajib zakat. Pasalnya, mereka yang mendapatkan beasiswa studi adalah sebagai mustahik dan umumnya beasiswa ada yang bersumber dari dana zakat dan ada juga dari sumber lain. Oleh karena itu pendapat ulama pertama ini menegaskan zakat beasiswa tidak ada sebab Anda dikelompokkan dalam kategori mustahik (orang berhak mendapatkan zakat) yaitu ke dalam golongan fi sabilillah.

Selain itu, beasiswa yang diterima merupakan tamlik muqayyad (pemberian bersyarat). Artinya, dana tersebut merupakan transaksi antara pemberi dana dan mahasiswa untuk menyelesaikan studinya. Kalau begitu, jangankan untuk zakat, untuk kepentingan mahasiswa sendiri pun bila tidak ada hubungannya dengan studi dana tersebut tidak boleh digunakan.

Pendapat kedua, ada ulama yang mewajibkan zakat atas seluruh harta termasuk tabungan dan beasiswa jika melebihi nishab zakat maka wajib berzakat 2,5 persen. Menurut ulama ini, beasiswa bisa dihukumi sebagai pemberian/hadiah dan bisa dihukumi sebagai penghasilan jika itu rutin diterima seperti zakat profesi.

Edukasi Wajib Pajak 2

Edukasi Wajib Pajak 4

Edukasi Wajib Pajak 3

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here