Direktur Monev UIA dan LKPSK-UIA Dilantik Ketua YAPTA

0
548

Jatiwaringin (UIA) ~ Ketua Yayasan Perguruan Tinggi As-Syafi’iyah (YAPTA) Prof. Dr. H. Dailami Firdaus, SH., L.LM., MBA melantik Direktur Monitoring Evaluasi (Monev) Universitas Islam As-Syafi’iyah (UIA) dan Direktur Lembaga Kajian Perlindungan Saksi dan Korban (LKPSK-UIA).

Pelantikan yang dilaksanakan pada hari Rabu, 10 April 2019 di Gedung Alamsyah, ruang Rapat Pimpinan (Rapim-UIA) disaksikan Ketua Dewan Pembina YAPTA, H.M. Reza Hafiz, SE, Rektor UIA Dr. Masduki Ahmad, SH., MM, para wakil rektor, seluruh pimpinan Fakultas, Program Studi, Direktur Lembaga-Lembaga UIA, para Kepala Biro dan Rektoriat.

Surat Keputusan (SK) atas pelantikan Direktur Monev UIA dan Direktur Lembaga Kajian Perlindungan Saksi & Korban dibacakan Ketua SDM & HRD UIA, Dr. H. Ir. Adnan Djaelani, MBA.

Adapun Direktur Monev UIA yang dilantik itu adalah H.M. Zakky Abdullah Syafi’ie, SH.MH sebelumnya pernah menjabat Dekan Fakultas Hukum (FH-UIA) dan Direktur Kampus IV UIA. Kemudian Direktur LKPSK-UIA yang dilantik adalah Dr. Abdul Haris Semendawai, SH., L.LM, yang sebelumnya pernah menjabat Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

Menurut Ketua Dewan Pembina YAPTA, dilantiknya Direktur Monev-UIA dan LKPSK-UIA sangat diperlukan karena untuk menambah nilai bagi perguruan tinggi swasta karena bagian dari akademik. “Saya mengharapkan kepada kedua lembaga yang dilantik untuk bersinergi dengan semua kegiatan UIA sebagai Kampus Berpadunya Ilmu dan Agama,” tambah H.M. Reza Hafiz.

H.M. Zakky AS yang baru saja dilantik mengatakan, bahwa Monitoring dan Evaluasi bagi kampus merupakan bagian dari akademik perguruan tinggi, seperti evaluasi kinerja dosen dalam perkuliahan ini ditujukan untuk memastikan bahwa kinerja dosen dalam pembelajaran tiap semester telah dilaksanakan dengan baik sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya. “Evaluasi ini juga ditujukan untuk mengidentifikasi praktek baik (good practices) dalam rangka meningkatkan kualitas proses pembelajaran,” papar H.M. Zakky AS.

Sementara Abdul Haris Semendawai mengungkapkan pentingnya Lembaga Kajian Perlindungan Saksi dan Korban di sebuah perguruan tinggi, bahwa sebagai negara hukum, supremasi hukum mutlak ditegakkan. Sehingga peran generasi muda, termasuk mahasiswa sangat dinantikan, karena hukum harus jadi senjata dan mahasiswa menjadi panglimanya. “Semua pihak harus memiliki kompetensi dan berintegritas. Sebab, kompetensi dan integritas adalah dua hal yang berbeda,” tambah Abdul Haris Semendawai.

Seusai pelantikan, ketua pejabat Direktur Lembaga tersebut mendapat ucapan selamat dari para pimpinan civitas akademika UIA.

H.M. Reza Hafiz, SE sebagai Ketua Dewan Pembinan YAPTA
Tampak H.M. Zakky AS dan Abdul Haris Semendawai yang akan dilantik.
Foto bersama dari kiri ke kanan: Rektor UIA Dr. Masduki Ahmad, SH., MM, Direktur LKPSK-UIA Dr. Abdul Haris Semendawai, Direktur Monev UIA, H.M. Zakky AS, Ketua Dewan Pembina YAPTA H.M. Reza Hafiz dan Ketua YAPTA Prof. Dr. H. Dailami Firdaus.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here